| Pembelajaan Matematika Dengan Menggunakan Model |
| Oleh: Jozua Sabandar | |
|
Pembelajaran matematika di sekolah akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan akan pendekatan pembelajaran yang bernuansa konstruktifisme. Artinya, bahwa materi matematika yang telah guru siapkan untuk disajikan di kelas tidak akan disajikan dalam bentuk yang sudah jadi, dengan cara “top-down”.
Konsep-konsep atau materi matematika tersebut harus harus secara bottom-up dikenalkan untuk kemudian dibangun atau dikonstruksi oleh siswa dengan panduan dan arahan dari guru yang berperan sebagai fasilitator dan tidak sebagai penyampai informasi dalam bentuk jadi. Dalam hal mengkonstruksi tersebut, siswa tentu diberikan peluang untuk enkonstruksi pengetahuan serta pemahaman matematikanya secara radikal pada awal roses belajar, namun selanjutnya aspek radikal tersebut menjadi berkurang dengan Dengan demikian, mengawali suatu proses pembelajaran matematika yang engutamakan aspek konstruktifisme di kelas sesungguhnya guru sudah harus empersiapkan tugas serta aktifitas belajar siswa dan mengantisipasi setiap respons dan pertanyaan yang mungkin dikemukakan siswa. Hal ini akan lebih terasa dan nampak jelas etika terhadap suatu konsep matematika yang akan diajarkan di kelas, proses embelajaran diawali dengan menyajikan suatu stuasi masalah yang bermakna bagi iswa, atau situasi yang kontekstual bagi siswa. Dengan demikian siswa akan erkesempatan untuk memberdayakan kemampuan serta pengalaman yang dimilikinya. Dengan mempertimbangkan bahwa kemampuan matematika siswa berada pada evel yang beragam, karena itu, soal-soal yang disajikan ketika guru mengawali suatu egiatan belajar hendaknya dapat mengakomodasi keberagaman level pengetahuan siswa an membuka peluang untuk mereka berpartisipasi dalam mengkonstruksi pengetahuan mereka. Demikian juga dengan mempertimbangkan bahwa konsep matematika adalah esuatu (pengetahuan) yang abstrak dan untuk menuju pada keabstrakan tersebut ebelajar harus berpijak pada sesuatu (pengetahuan ) yang konkrit yang dimilikinya. Pemanfaatan terhadap pengetahuan yang dimiliki siswa sesungguhnya membuka esempatan kepada mereka untuk berperan aktif dalam kegiatan belajar, apakah bertanya, engemukakan pendapat atau bekerja sama dengan temannya dalam kelompok belajar. engan kata lain pembelajaran matematika di kelas janganlah “kering” dan “sepi” tetapi melibatkan siswa secara aktif adalah suatu yang dipandang perlu dan penting. Selengkapnya dapat diunduh disini. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
