Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) yang berNIP 13…. dst… mendapatkan bimbingan administrasi dari dinas pendidikan dan penggajian dari dinas pendidikan, namun ketika mengikuti sertifikasi diikutkan ke departemen agama…….hasilnya tidak jelas sama sekali ujung pangkalnya.
ada yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun dan sudah lulus sertifikasi lebih dari 1 tahun yang lalu ternyata belum mendapatkan hak hasil sertifikasi yang seharusnya sudah diperoleh.apalagi yang belum mendapatkan portofolio/diklat untuk persayaratan sertifikasi.
ada yang punya masukan tidak ?? atau mungkin jalan keluar terbaik ??
saran dan masukan sangat kami hargai
nb : mohon PGRI bersedia menjadi pahlawan bagi kami
Salam, Imam Supardi
|
|
|
Pendidikan agama di sekolah sangatlah penting karena moral bangsa ini tidak bisa lepas dari guru agama. Dengan gambaran itu maka pendidikan agama di sekolah, sebaiknya pembelajaran dilakukan dengan konteks memahami makna dari apa yang dipelajari dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari , bukan seberapa banyak yang didapat anak. Semoga guru agama membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih bermoral. |
|
|
Pendapat saya tentang pendidikan agama di sekolah adalah, pertama peran orangtua dirumah dulu yang harus ditingkatkan. Lalu untuk guru-guru agama di sekolah mungkin lebih banyak lagi belajar untuk mencari metode penyampaian materi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, tidak terpaku pada metode yang sudah ada. Karena pembelajaran agama menurut saya bagi siswa/anak perlu dirubah karena anak-anak biasanya tidak betah diajari seperti cara orang tua. |
|
|
Sebaiknya semua guru adalah guru agama. Artinya disamping dia memberikan pelajaran sesuai dengan mata pelajaran pokoknya, maka juga harus menyisipkan nilai-nilai agama searah dengan isi mata pelajaran itu, sebagai bagian dari pembentukan moral. Hal ini bisa terwujud bila kita juga memahami tentang agama yang kita anut dan bagaimana pelajaran yang kita ajarkan dapat diaplikasikan oleh anak didik sesuai dengan tuntunan ajaran agama. |
|
|
Aku mahasiswa usia 24 tahun, tapi sangat mencintai dunia pendidikan khususnya guru. Sejak 5 tahun lalu sudah mengajar bahasa Inggris di SD di Yogyakarta. Senang sekali menjadi guru di SD itu, tapi kadang dalam pikiran saya, bagaimana kedepan yang harus saya lakukan jika pada kenyataannya saya di beri uang jasa dari sekolah sebesar Rp. 125.000/bln. dan saya belum PNS. Dan lagi, pendidikan saya bukan dari jurusan kependidikan. Bagaiamana solusi dan motivasi yang harus saya terapkan untuk menghadapi kedepannya. Tapi yang paling penting saya tidak akan berhenti jadi guru. mohon bimbingan ya... Mohon juga info beasiswa guru s2 atau akta 4. Saya siap belajar dan mengajar terus. Alhamdulillah saya juga termasuk dalam Asosiasi Guru Penulis Indonesia. Jadi kalau ada lomba penulisan buku atau karya tulis info nya boleh juga. Terima kasih... "Menjadi guru nggak ada yang nggak indah" |
|
|
Saya pada dasarnya merasa bersukur ketika mendengar hasil jajak pendapat yang dilakukan pada bulan Desember 2007, yang kesemuanya itu membutuhkan pilihan yang sulit akan tetapi yang terjadi justru para pendidik memiliki semangat untuk membangun bangsa ini. Akan tetapi yang terjadi dilapangan sekarang berbeda dengan teori yang selama ini kita dapatkan dibuku, yang jelas semua ini berpulang dari kebijakan-kebijakan para pemberi kebijakan yang tidak memberikan peluang masalah pendidikan termasuk guru itu sendiri. Dalam hati kecil saya hanya berdoa agar guru kedepan akan sejahtera seperti layaknya guru di negara luar. |
|
|
|
<< Start < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > End >>
|
| Results 1 - 16 of 22 |